Sebuah ide bisnis tidak selalu langsung hadir dalam bentuk produk yang siap digunakan. Di baliknya terdapat proses panjang untuk memahami masalah, menyusun model bisnis, mengembangkan solusi, hingga meyakinkan orang lain bahwa ide tersebut layak untuk diwujudkan.

Proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan para peserta Digital Entrepreneurship Challenge & Incubation 2026. Program ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bisnis digital, tetapi juga memberikan rangkaian pembekalan bagi peserta untuk mengembangkan ide secara bertahap.

Perjalanan peserta dimulai melalui roadshow untuk memperkenalkan program dan kompetisi kepada calon peserta. Setelah itu, peserta mengikuti Bootcamp Business Model Canvas (BMC) sebelum menyusun dan mengumpulkan BMC sebagai salah satu tahapan seleksi.

Peserta yang melanjutkan ke tahap berikutnya kemudian mendapatkan pembekalan melalui Bootcamp Proposal. Dari tahap tersebut, peserta menyusun dan mengirimkan proposal bisnis untuk diseleksi sebelum akhirnya terpilih 10 tim yang melanjutkan perjalanan ke tahap Pitching Produk secara offline.

Sepuluh tim tersebut membawa ide yang beragam. Meski memiliki pendekatan berbeda, sebagian besar gagasan yang dibawa berupaya menjawab kebutuhan dalam ekosistem haji dan umrah, mulai dari persiapan finansial, keamanan perjalanan, kesehatan jamaah, hingga digitalisasi operasional.

10 Ide yang Membawa Perspektif Berbeda

Salah satu ide datang dari Alumni Bispro melalui Umrah Connect, sebuah platform digital marketplace dan verifikasi PPIU. Platform ini memungkinkan jamaah membandingkan travel resmi, memeriksa legalitas dan trust score PPIU, melakukan booking, hingga menggunakan sistem pembayaran syariah. Di sisi lain, PPIU juga mendapatkan dukungan untuk pengelolaan laporan, pemasaran digital, CRM jamaah, dan integrasi data dengan SISKOPATUH.

Ada pula ICAD (Ikut Coba Aja Dulu) dengan HIMMAH (Haji-Umrah Investment, Management & Actuarial Hub). Ide ini menawarkan AI-powered financial companion yang membantu calon jamaah mempersiapkan dana haji dan umrah selama masa tunggu. HIMMAH menggabungkan perencanaan keuangan berbasis inflasi biaya haji, proyeksi keberangkatan personal, serta integrasi dengan travel umrah terpercaya.

Sementara itu, TIM KIBLAT membawa konsep fintech integration hub berbasis B2B2C. Platform tersebut dirancang untuk menyinergikan BPKH dengan jaringan koperasi dan BMT tervalidasi di Indonesia, sekaligus memanfaatkan potensi akumulasi dana mikro jamaah di tingkat grassroots.

Dari ekosistem pesantren, inHaji menghadirkan platform yang mengintegrasikan layanan haji dan umrah bagi wali santri, pengasuh, hingga alumni pesantren. Melalui program TAHSIN (Tabungan Haji Santri Indonesia), inHaji menawarkan akses terhadap tabungan haji tervalidasi, pembiayaan syariah, serta berbagai fitur digital untuk mendukung perjalanan ibadah.

Berbeda dari platform layanan perjalanan, JS Team menghadirkan JagaNadi, gelang pintar yang berfokus pada kesehatan jamaah haji, khususnya lansia. Perangkat ini dirancang untuk memantau detak jantung dan suhu tubuh secara real-time, memberikan pengingat minum, serta mengirimkan notifikasi kepada petugas ketika mendeteksi tanda-tanda heat stroke.

Kemudian, Tukang Ompreng Naik Haji menawarkan platform pendamping ibadah haji dan umrah digital. Solusinya menggabungkan panduan ibadah mandiri, chatbot AI untuk menjawab pertanyaan seputar syariat, serta layanan Mutawif On-Demand yang menghubungkan jamaah dengan pendamping di lapangan.

Masih pada aspek kesehatan dan keselamatan, Bismillah Menang ITS membawa HaramainCare. Platform B2B SaaS ini dirancang untuk membantu muthawwif memperoleh informasi mengenai risiko kesehatan jamaah, memberikan peringatan berdasarkan kondisi lingkungan dan individu secara real-time, serta menyediakan saluran komunikasi keluarga yang lebih terstruktur.

Selanjutnya, Nusantara Khidmah Tech menghadirkan NusaKhidmah, sebuah SuperApp yang menggabungkan layanan keuangan, pelacakan jamaah, dan ekosistem pascaibadah. Solusi ini terdiri dari NusaFin, NusaTrack, dan NusaAlumni yang masing-masing dirancang untuk menjawab kebutuhan berbeda dalam perjalanan jamaah.

Sementara itu, Safar.ai membawa pendekatan kecerdasan buatan untuk mendukung keselamatan dan kesehatan jamaah di Arab Saudi. Platform ini memanfaatkan data cuaca, aktivitas berjalan, lokasi, dan pola mobilitas untuk memberikan rekomendasi preventif, termasuk pengingat hidrasi, wellness scoring, prediksi kepadatan area ibadah, serta fitur pemantauan keluarga dan rombongan.

Ide terakhir datang dari Vidhara Tekno melalui HajjTrack Ecosystem, sebuah Digital Operating System yang dirancang untuk mendukung operasional haji dan umrah secara terpadu. HajjTrack menggabungkan platform untuk jamaah dan keluarga, sistem keamanan berbasis IoT, serta command center bagi KBIH, travel, dan petugas lapangan.

Dari Ide Menuju Tahap Pitching

Beragamnya ide yang dibawa oleh 10 tim tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan bisnis digital dapat berangkat dari berbagai persoalan. Ada yang melihat kebutuhan pada sisi finansial jamaah, ada yang berfokus pada keamanan dan kesehatan, sementara lainnya mencoba membangun sistem yang menghubungkan berbagai pihak dalam ekosistem haji dan umrah.

Namun, perjalanan mereka tidak berhenti pada gagasan. Setelah melalui rangkaian pembekalan dan seleksi, kesepuluh tim mendapatkan kesempatan untuk membawa ide tersebut ke hadapan juri dalam Pitching Produk.

Tahap ini menjadi ruang bagi peserta untuk menjelaskan solusi yang mereka tawarkan secara langsung, sekaligus menunjukkan bagaimana ide tersebut dapat menjawab permasalahan yang mereka angkat.

Bagi para peserta, perjalanan dari roadshow, BMC, proposal hingga pitching menjadi lebih dari sekadar tahapan kompetisi. Setiap proses memberikan kesempatan untuk menguji kembali gagasan, memperbaiki model bisnis, dan melihat potensi solusi dari perspektif yang lebih luas.

Melalui Digital Entrepreneurship Challenge & Incubation 2026, GoodStarter terus mendorong lahirnya ide dan inovasi digital yang tidak berhenti pada konsep, tetapi memiliki peluang untuk berkembang menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *