
Jakarta, [5 Oktober 2026] — Rangkaian Digital Entrepreneurship Challenge & Incubation 2026 memasuki babak puncak setelah lima tim terbaik berhasil melaju ke tahap final. Setelah melalui proses seleksi dan pengembangan ide, para finalis membawa beragam inovasi digital untuk menjawab kebutuhan dalam ekosistem haji dan umrah.
Program ini sebelumnya mempertemukan 10 tim dalam tahap pengembangan setelah melewati proses seleksi. Dari rangkaian tersebut, lima tim kemudian terpilih untuk melanjutkan perjalanan ke babak final, yaitu Bismillah Menang ITS, JS Team, Safar.ai, Tim KIBLAT, dan Vidhara Tekno.
Lima Tim, Lima Pendekatan Inovasi
Kelima finalis hadir dengan gagasan dan pendekatan yang berbeda dalam menjawab berbagai tantangan di ekosistem haji dan umrah.
Bismillah Menang ITS menghadirkan HaramainCare, solusi B2B SaaS yang ditujukan untuk mendukung muthawwif dalam memantau risiko kesehatan jamaah. Solusi ini dirancang untuk memberikan peringatan berdasarkan kondisi jamaah dan lingkungan, sekaligus memperkuat komunikasi antara jamaah dan keluarga.
Sementara itu, JS Team membawa JagaNadi, perangkat gelang pintar yang berfokus pada pemantauan kondisi kesehatan jamaah, khususnya lansia. JagaNadi dirancang untuk memantau detak jantung dan suhu tubuh secara real-time, memberikan pengingat untuk minum, serta membantu memberikan notifikasi ketika terdapat indikasi risiko heat stroke.
Safar.ai menawarkan pendamping digital berbasis kecerdasan artifisial untuk mendukung keamanan dan kesehatan jamaah selama berada di Arab Saudi. Solusi ini memanfaatkan informasi cuaca, aktivitas berjalan, lokasi, dan pola mobilitas untuk memberikan rekomendasi preventif, termasuk pengingat hidrasi, wellness scoring, hingga pemantauan keluarga atau rombongan.
Berikutnya, Tim KIBLAT membawa konsep KIBLAT, sebuah fintech integration hub yang menghubungkan BPKH dengan koperasi dan BMT tervalidasi di berbagai daerah. Solusi ini berfokus pada integrasi penempatan dana dan penguatan akses pada tingkat grassroots, sekaligus mendukung ketahanan likuiditas ekonomi daerah.
Terakhir, Vidhara Tekno menghadirkan HajjTrack Ecosystem, sebuah Digital Operating System untuk mendukung digitalisasi operasional haji dan umrah. Solusinya mencakup platform bagi jamaah dan keluarga, sistem keamanan berbasis IoT, serta command center bagi KBIH, travel, dan petugas lapangan.
Memasuki Babak Final

Kelima tim kemudian berhadapan dengan dewan juri dalam sesi final pitching. Setiap finalis mendapatkan waktu 5 menit untuk mempresentasikan gagasannya, kemudian dilanjutkan dengan 15 menit sesi tanya jawab bersama dewan juri.
Dengan total waktu 20 menit untuk setiap tim, sesi ini menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menunjukkan perkembangan gagasan yang telah mereka bangun selama mengikuti program.
Tidak hanya menyampaikan ide bisnis, para peserta juga dituntut untuk menjelaskan progres pengembangan solusi serta rencana pengembangannya ke depan. Dengan demikian, proses penjurian tidak hanya melihat gagasan yang ditawarkan, tetapi juga bagaimana setiap tim mempersiapkan solusi tersebut agar dapat terus dikembangkan.
Tim KIBLAT Raih Juara Utama
Setelah seluruh finalis menyelesaikan sesi pitching dan penjurian, rangkaian Final & Awarding memasuki momen pengumuman pemenang.
Tim KIBLAT berhasil meraih Juara 1 Digital Entrepreneurship Challenge & Incubation 2026. Posisi Juara 2 diraih oleh Bismillah Menang ITS, sedangkan Vidhara Tekno menempati posisi Juara 3.
Selain penghargaan utama, apresiasi juga diberikan melalui kategori Juara Favorit. Safar.ai berhasil meraih Juara Favorit 1, diikuti ICAD (Ikut Coba Aja Dulu) sebagai Juara Favorit 2 dan inHaji sebagai Juara Favorit 3.
Pemenang Digital Entrepreneurship Challenge & Incubation 2026
Juara Utama
- 🥇 Juara 1 — Tim KIBLAT
- 🥈 Juara 2 — Bismillah Menang ITS
- 🥉 Juara 3 — Vidhara Tekno
Juara Favorit
- 🥇 Juara Favorit 1 — Safar.ai
- 🥈 Juara Favorit 2 — ICAD (Ikut Coba Aja Dulu)
- 🥉 Juara Favorit 3 — inHaji
Dari Kompetisi Menuju Implementasi
Berakhirnya Final & Awarding menjadi penutup rangkaian Digital Entrepreneurship Challenge & Incubation 2026. Namun, perjalanan para peserta tidak berhenti pada kompetisi.
Berbagai gagasan yang dihadirkan menunjukkan bagaimana teknologi dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dalam ekosistem haji dan umrah, mulai dari kesehatan dan keamanan jamaah, pendampingan digital, penguatan akses keuangan, hingga digitalisasi operasional.
Melalui rangkaian seleksi, pengembangan, pendampingan, dan pitching, program ini menjadi ruang bagi peserta untuk menguji sekaligus mempertajam gagasan mereka. Dari sepuluh tim yang mengikuti tahap lanjutan, lima tim berhasil mencapai babak final dan pada akhirnya Tim KIBLAT, Bismillah Menang ITS, dan Vidhara Tekno menjadi tiga peraih Juara Utama, sementara Safar.ai, ICAD, dan inHaji memperoleh penghargaan Juara Favorit.